Pengertian Teori perkembangan Anak menurut Piaget Dan Para Ahli

Teori Perkembangan anak 

TEORI KONSTRUKTIF
(Piaget dan Vygotsky)
Pengertian Teori perkembangan Anak menurut Piaget Dan Para Ahli


Jean Piaget adalah seorang psikolog yang terkenal dengan teori bahwa anak belajar melalui tindakan konkret. Piaget mengusulkan bahwa pemahaman anak dibangun (dikonstruksi) melalui aksi. Itulah sebabnya teori Piaget sering disebut teori konstruktivisme.

Piaget dengan teori Kognitif nya menyatakan bahwa :
Anak memeproleh pengetahuan melalui interkasi dengan lingkungannya.
Konsep berpikir anak adalah : Asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrium

Teori Perkembangan Menurut Para Ahli
Menurut Monks, dkk
Monks, dkk menyatakan perkembangan merupakan suatu proses menuju kesempurnaan yang tidak bisa terulang kembali. Perkembangan diartikan sebagai suatu perubahan yang bersifat tetap dan tidak bisa kembali. misalnya perkemangan secara fisik, perubahan bentuk dan fungsi fisiologis akan berubah sejak anak- anak dan terus tumbuh ke arah menjadi manusia dewasa.

Seifert dan Hoffnung
Mereka mengartikan perkembangan sebagai perasaan yang tumbuh pada seseorang dan mengakibatkan perubahan jangka panjang, pola berfikir, hubungan sosial, dan skil motorik. Seifert dan Hoffnung melibatkan beberapa unsur dalam perkembangan. Pada anak, perkembangan mengakibatkan perubahan pada kematangan tingkat berfikir, interaksi sosial, dan semakin matangnya fungsi motorik.

Desmita
Mengartikan bahwa perkembangan mencakup perubahan fisik, dan didalamnya perubahan terjadi secara terus menerus dari fungsi jasmaniah dan rohaniahnya menuju tahap yang lebih matang.

Arnold Gisel
Perkembangan merupakan proses pendewasaan atau kematangan secara fisiologi. Arnold membagi tahapan perkembangan pada anak ke dalam  lima tahap.

Robert Havighurst

Perkembangan pada anak dipengaruhi oleh faktor penting yaitu lingkungan. Robert berfokus pada tempat dimana anak tumbuh dan meliputi keadaan dalam lingkungan tersebut. Robert mengatakan pada anak, tugas perkembangan hanya dipelajari satu kali saja seperti berjalan, berlari, menyebutkan nama, dan sebagainya. Robert mengatakan bahwa lingkungan sekeliling tempat tinggal anak tersebut dan juga peran dari orang tuanya. Robert juga mengutarakan bahwa tugas perkembangan anak dipelajari hanya sekali seperti berjalan, berlari, dan lainnya.

Itulah teori perkembangan anak menurut 5 para ahli dalam mengartikan mengenai teori teori perkembangan anak, perkembangan anak menjadikan suatu acuan dalam memotori perkembangan nya di antaranya:
Asimilasi :
Mencocokan informasi ke dalam skema (kategori) yang sudah ada. Contohnya: Jika seorang anak sudah tahu tentang seekor kucing, kemudian ditunjukan contoh kucing yang lain, maka kucing yang berikutnya akan dicocokan dengan kucing yang sudah ada.

Akomodasi :
Menciptakan skema (kategori) baru karena tidak sesuai dengan skema yang sudah ada.
Contohnya: jika seorang anak sudah tahu tentang seekor kucing, kemudian ditunjukan contoh harimau yang belum pernah dilihatnya, maka anak akan berfikir bahwa binatang yang berikutnya bukan kucing. Ibunya akan berkata "Nak, itu bukan kucing, tetapi harimau, lihatlah bedanya badanya lebih besar, suaranya juga berbeda".

Melalui akomodasi dan asimilasi terus menerus maka anak akhirnyamencapai struktur mental yang dapat menggambarkan bermacam-macam benda atau informasi.

Ekuilibrium :
Keseimbangan yang diperoleh saat informasi atau pengalaman di cocokan dengan sebuah skema atau skema baru yang diciptakan.

DisEkuilibrium
Terhadap anak juga terjadi disekuilibrium yaitu keadaan mental saat terjadi ketidak seimbangan antara asimilasi dan akomodasi.

Ekuilibrasi
Karena itu harus terjadi ekuilibrasi yaitu proses perpindahan dari disekuilibrium ke ekuilibrasi. ekuilibrasi membuat anak menggunakan akomodasi dan asimilasi sebagai alat untuk mencapai ekuilibrium.


Tahap-tahap Perkembangan Kognitif Menurut Piaget


1. Sensori-Motorik usia 0 - 2 tahun
Pada Usia ini pembentukan skemata melalui kegiatan motorik menarik dirinya ke dunia luar obyek permanen, disebut sensorimotor karena pembelajaran anak hanya melibatkan panca indra. Pada permulaan tahap ini, bayi memiliki lebih dari refleks yang digunakan untuk bekerja. anak berusia 2 tahun memiliki pola sensori-motorik yang kompleks dan mulai berkomunikasi dengan suatu simbol yang primitif.

Terdapat enam subtahap perkembangan sensori-motorik, yaitu :
  • Reflek sederhana;
  • kebiasaan-kebiasaan pertama dan reaksi sirkuler primer;
  • reaksi sirkuler sekunder;
  • koordinasi reaksi sirkuler sekunder;
  • reaksi sirkuler tersier, pencarian, dan keingintahuan, dan
  • internalisasi skema.
2. Pra Operasional Usia 2 - 7 tahun
Tahap pra-operasional merupakan tahap awal pembentukan konsep secara stabil. Penalaran mental mulai muncul, egosentrisme mulai kuat dan kemudian lemah, serta keyakinan terhadap hal yang magis terbentuk. Piaget membagi tahapan praoperasional ini menjadi 2 bagian, yaitu subtahap Fungsi Simbolis (2 sampai 4 tahun) dan subtahap Pemikiran Intuitif (5 sampai 7 tahun).

Pada usia ini anak mampu merepresentasi mental (simbolik) Viguratif-hubungan searah, klasifikasi awal, dan perkembangan bahasa.
Dalam tahap ini terdapat pembagian 2 subtahap yaitu :

a. Subtahap Fungsi Simbolis Usia 2-4 Tahun
  • Pada subtahap ini anak mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada.
  • Anak-anak kecil menggunakan desain corat-coret untuk menggambarkan manusia, rumah, mobil, awan, dan lain-lain. Namun demikian, gambar-gambar yang dibuat biasanya penuh khayal dan daya cipta.
  • Pada subtahap ini berkembang pula egosentrisme, yaitu suatu ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif seseorang dengan perspektif orang lain. 
  • Selain egosentrisme, pada subtahap ini berkembang animisme. Animisme merupakan pemikiran yang berkeyakinan bahwa objek yang tidak bergerak memiliki kualitas ”semacam kehidupan” dan dapat bertindak. Apabila anak terbentur pintu, maka dia katakan ”Pintunya nakal”.
b. Subtahap Pemikiran Intuitif Usia 4-7 Tahun
  • Pada subtahap ini anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu jawaban atas semua bentuk pertanyaan.
  • Pada tahap ini juga anak mengalami kesulitan untuk mengklasifikasikan objek berdasarkan banyak kesamaan.
  • Pada subtahap ini berkembang pemikiran tentang ketidakmampuan dalam memahami hukum kekekalan (conservasion). Dari percobaan Piaget tentang air yang dituangkan di dalam gelas menunjukkan bahwa anak pada masa praoperasional masih terkecoh dengan bentuk dan tingginya air pada suatu gelas.
3. Operasional Konkret Usia 7 - 11 tahun
Keterampilan klasifikasi, konsep abstrak tapi masih konkrit, konsep konservasi. Pada tahap ini anak mencapai kemampuan untuk berpikir sistematik terhadap hal-hal atau objek-objek yang konkret. Anak juga mencapai kemampuan mengkonservasikan 

4. Operasional Formal Usia 11 - 15/dewasa Tahun
Dalam tahap ini perkembangan pada usia ini anak sudah mampu untuk :
- Berfikir simbolik, ide abstrak
- Memahami arti secara komprehensif
- Analisa sebab-akibat
- dipengaruhi dan mempengaruhi.

TEORI SOSIOKULTURAL

Tahap-tahap Perkembangan Sosiokultural Menurut Vygotsky


Lev Vygotsky (1896 – 1934), ahli psikologi Rusia mengungkapkan Perkembangan yang terjadi merupakan hasil interaksi sosial yang dialami anak dalam budaya yang unik serta latar belakang keluarga. Anak berkembang dalam dua jalan yaitu natural/ alami (biologis) dan budaya. Bahasa memegang peranan penting dalam perkembangan kognitif. Proses mental yang tertinggi berkembang pada saat anak mengembangkan kemampuan bicara mereka dalam konteks latihan bicara.

Terdapat dua tingkat perkembangan yang terjadi pada anak yaitu :
  1. Tingkat pertama operasi ; tingkat dimana anak dapat melakukan tugas pemecahan masalah secara mandiri – merupakan tingkat perkembangan aktual.
  2. Tingkat ke dua adalah ketika anak dapat melakukan tugas yang sama dibawah bimbingan orang dewasa atau teman sebayanya yang lebih terampil – merupakan tingkat perkembangan potensial.
Jarak antara kedua tingkat ini disebut the zone of proximal development. Inti dari belajar adalah menciptakan zone of proximal development, yaitu belajar membangun berbagai proses perkembangan internal yang hanya dapat dioperasikan bila anak berinteraksi dengan orang lain di dalam lingkungannya dan dalam kerjasama dengan teman sebayanya.

TEORI PSIKOSOSIAL 
 
Tahap-tahap Perkembangan Psikososial  (Erik Erikson)

Perkembangan psikososial berjalan melalui serangkaian tahapan, setiap tahapan terdiri dari tugas-tugas perkembangan khas yang menghadapkan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi. Semakin berhasil individu mengatasi krisis akan semakin sehat perkembangannya.Perkembangan psikososial berjalan melalui serangkaian tahapan, setiap tahapan terdiri dari tugas-tugas perkembangan khas yang menghadapkan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi. Semakin berhasil individu mengatasi krisis akan semakin sehat perkembangannya.

Tahap perkembangan teori Psikososial Erik Erikson terbagi menjadi 4 tahapan yaitu :

1. Tahap Percaya vs Tidak Percaya (0-1tahun)
Kepercayaan anak berdasar pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis Kepercayaan dibangun jika ada pengasuh yang responsif
Contoh : Memeluk anak ketika menangis, Memberi makan, dll
Penting untuk landasan hubungan sosial anak selanjutnya. Jika tidak ada perhatian dari si pengasuh maka anak akan sulit percaya dengan orang lain.

2. Otonomi vs Malu dan Ragu (1-3 tahun)
Anak punya banyak kemampuan baru dan lebih mandiri. Contoh : makan sendiri, berjalan, dll.
Senang mencoba dan eksplorasi, namun belum terarah.  Contoh : memegang semua barang di sekitarnya.
Jika tidak ada kesempatan dari pengasuh anak akan merasa bingung dan ragu dengan kemampuannya.

3. Inisiatif vs Perasaan Bersalah (3-6 tahun)

Anak suka mencoba hal baru dan meniru pekerjaan orang dewasa Punya keinginan sendiri untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman.  Contoh : membantu ibu memasak di dapur. Jika ada larangan bahkan dimarahi maka akan terjadi anak merasa bersalah dan cenderung membatasi diri.

4. Produktif vs Rendah Diri (7-11 tahun)

Anak mengembangkan keyakinan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Anak bekerja keras untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberi. Jika gagal dan disalahkan oleh sekitar maka anak akan merasa rendah diri.

FASE PERKEMBANGAN ANAK
(Menurut Syariat Islam)

1. Bayi; Semenjak lahir - 2 tahun
Pada Pada masa ini orang tua perlu mengembangkan kasih sayang dua arah.

2. Anak-anak (Thufulah); Usia 2 - 7 tahun
Masa untuk memberikan dasar-dasar tauhid pada anak yang mendorongnya untuk bergerak melakukan sesuatu yang baik manurut Allah SWT.

3. Tamyiz; Usia 7 - 10 tahun
Masa awal anak dalam membedakan baik dan buruk melalui penalarannya. Pada masa ini anak perlu mendapatkan pendidikan pokok syariat.

4. Amrad Usia 10 - 15 tahun
Pada masa ini anak memerlukan pengembangan potensinya. Pada masa ini juga anak mencapai 'aqil baligh (akalnya sampai).

5. Taklif Usia 15 - 18 tahun
Pada usia ini anak harus tertanam rasa tanggung jawab. Baik pada diri, orang tua, ataupun lingkungannya.

Beberapa Frase menurut Kohlberg dan Thomas Lickona.
Pada fase ini anak memperlihatkan sikap penurut, mudah diajak kerjasama, dan mau mengerjakan perintah orang tua dan guru. Namun terkadang juga muncul sifat egosentrisnya sebagai bentuk bahwa perkembangan moral pada diri mereka tengah mencari bentuk. 
Ada beberapa karakteristik perkembangan moral pada fase ini, yakni:
  1. Menganggap orang dewasa sebagai makhluk serba tahu 
  2. Dapat menerima pandangan orang lain 
  3. Mudah terpengaruh dengan kenakalan sebayanya 
  4. Suka mengadu jika dinakali teman 
  5. Terkadang cenderung melanggar aturan 
  6. Menghormati kehadiran guru dan orang tua 
Demikian yang dapat admin jelaskan mengenai Pengertian Teori perkembangan Anak menurut Piaget Dan Para Ahli semoga bermanfaat


Sumber : Disarikan dari berbagai sumber !!
File Pengertian Teori perkembangan Anak menurut Piaget Dan Para Ahli pada shared link di atas disimpan di Google Drive untuk memastikan file-file aman dari virus atau malware. Karena ketika file diupload ke Google Drive, file secara otomatis diperiksa dan di-scan antivirus oleh sistem Google Drive Cloud Storage. Dengan kata lain file beresiko atau yang berbahaya tidak diterima di Google Drive, dan menjamin semua file yang anda download melalui shared link dari layanan Google Drive akan aman anda pergunakan di perangkat komputer atau gadget anda.
Sekian informasinya tentang Pengertian Teori perkembangan Anak menurut Piaget Dan Para Ahli kami berharap , semua file yang Admin berikan dapat menjadi referensi dan rekomendasi juga dapat memperkaya wawasan dan sekaligus bisa menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjalankan tugas yang sanagt mulia sebagai pendidik " ,dengan diiringai do'a yang tulus agar kita semua senantiasa diberikan kemudahan dan kesehatan dalam melanjutkan pengabadiannya demi tercapainya cita-cita untuk mencerdaskan anak-anak bangsa "Salam Satu Data " Unduh File Guru"

New Update

absensi kelas Adm UKS Administrasi Administrasi Kelas Administrasi Kelas SD/MI Administrasi Kelas TK/PAUD/RA/TPA Administrasi Sekolah Aplikasi Aplikasi Analisis Otomatis Berita Acara Berita acara PPDB Bimbingan Konseling BOP BOS BOS Sekolah BSM Buku Kamus BUku Mata Pelajaran SMP/Mts Buku PAI Kurtilas 2013 Revisi 2016 Buku Paket KTSP SD/MI Buku Paket KTSP SMP/Mts Buku Paket Kurikulum 2013 SMA/MA/SMK Buku Paket Kurtilas 2013 SD/MI Buku Paket Kurtilas 2013 SMP/Mts Buku Paket SD/MI Buku Paket SMA/MA/SMK Cetak SKHU dan Ijasah Contoh Makalah Contoh SK dan Surat DAPODIKDASMEN Download File Sekolah Ekstrakulikuler Folder Kisi-kisi dan Soal Info Pendidikan Inventaris Sekolah juknis Ijasah Juknis Pendidikan kabar pendidikan kalender Pendidikan kartu pelajar Karya Ilmiah kepramukaan kisi kisi soal KKG MGMP KO Kurikulum 2013 komite sekolah kreasi Seni Anak Sekolah Kumpulan Soal Soal Kumpulan soal soal SD Kumpulan soal soal SMA/MA/SMK Kumpulan soal soal SMA/SMK Lagu Lagu Nasional Leterasi Sekolah media Pembelajaran Modul Panduan Bagi Guru Pembelajaran PAUD/TK/RA perpustakaan PHBS PIP PKG Guru PLPG Sertifikasi Guru Program RTL SD/MI Proposal Pendidikan PTK Guru Raport Kurikulum 2013 SD/MI RKAS RKJM RKT RPP dan Silabus RPP dan Silabus Biologi SMA/MA/SMK RPP dan Silabus KTSP SMP/Mts RPP dan Silabus SD/MI RPP dan Silabus SMA/MA/SMK RPP Geografi SMA/MA/SMK RPP Kurikulum 2013 Rumusan Matematika Sertifikasi Guru SK dan UU pendidikan SKP Guru SMP/Mts/SMA/MA/SMK Soal Pemantapan SD/MI Soal SMA/MA dan SMK Soal TryOut SMP/Mts Soal UAS SD/MI Soal UAS SMP/Mts Soal Ujian Nasional Soal UKG Guru Soal UKK SD/MI soal Ulangan Soal Ulangan harian SD/MI Soal UN SMA/MA/SMK Soal UN SMP/Mts Soal US SD/MI Soal UTS SD/MI Soal UTS SMA/MA/SMK Tata Usaha TK/PAUD/RA UKG UT UUD Pendidikan VISI dan MISI